Ide Kreatif (1): Self Publishing Karya Member Perpustakaan

selfpublishing

Umumnya para pengunjung blog Pustaka Hanan suka bertanya bagaimana cara sebuah perpustakaan kecil atau sebuah rumah baca memperoleh buku. Nah, saya pernah berkunjung ke salah satu website tentang self publishing. Terbersit di dalam kepala saya sebuah ide yang mungkin bisa menjadi salah satu alternatif tambahan sebuah perpustakaan memperoleh bahan bacaannya, yaitu dengan menerbitkan secara “self publishing” karya tulis para anggotanya.

Sebuah perpustakaan tentunya memiliki anggota yang terbilang cukup banyak dan ide ini akan memanfaatkan kegemaran membaca dan menulis mereka menjadi bernilai positif. Setiap kita pasti bisa menulis. Kalau tidak percaya, coba lihat saja berbagai profil orang yang ada di facebook, mereka pasti memiliki “catatan” atau sekadar status-status yang sebenarnya sangat bagus-bagus dan inspiratif. Artinya, setiap kita bisa menulis, hanya saja perlu diasah supaya lebih rapi dan bagus. Hal inilah yang kemudian kita lirik dari anggota perpustakaan kita. Para anggota dirangkul untuk bisa mengemukakan gagasan mereka lewat tulisan. Jenis tulisan bisa beragam tergantung keinginan setiap perpustakaan dan anggotanya.

Tulisan-tulisan tersebut kemudian disatukan dalam bentuk buku dan diterbitkan secara self publishing, alias menerbitkan sendiri dengan biaya yang lebih fleksibel. Tidak perlu beribu-ribu exemplar, cukup dicetak berdasarkan permintaan terhadap buku dan kebutuhan perpustakaan saja, jadi tidak memerlukan banyak uang untuk mewujudkannya sebab setiap orang yang ingin membeli bisa kita berlakukan sistem “indent” alias melakukan pemesanan terlebih dahulu barulah kemudian dicetak. Jika suatu saat perpustakaan kita sudah memiliki dana yang cukup, tidak menutup kemungkinan buku tersebut disebarkan lebih luas lagi. Buku bisa berupa tips, atau kisah inspirasi, atau bahkan fiksi atau jenis apapun.

Selain buku, karya anggota juga bisa diterbitkan dalam bentuk majalah atau buletin/jurnal kecil yang sederhana. Jurnal atau buletin memiliki sifat yang lebih fleksibel, mudah dan murah dibanding buku. Alternatif ini tentu saja bagus bagi perpustakaan yang masih terkendala di dana. Selalu ada kemungkinan, bukan?

Dengan ide seperti ini, selain menambah bahan bacaan, sebuah perpustakaan pun bisa membangun dan mengembangkan potensi para anggotanya di dunia kepenulisan dan sekaligus membuka peluang bisnis untuk pemasukan kas perpustakaan. Siapa tahu suatu saat ada sebuah perusahaan atau unit usaha yang ingin beriklan di buku kita, apalagi jika perpustakaan kita dikelola dengan baik. Ibarat kata, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Catatan ini hanya sebuah ide saya saja yang belum pernah saya wujudkan (lah iya…wong baru beberapa menit lalu terbersit! hehe). Tapi suatu saat, ide ini akan saya terapkan di perpustakaan saya nanti. Bagaimana dengan anda? ^_^

Selamat mencoba! Salam baca!

Diposting juga di Facebook: Note Perpustakaan Online di FB

1 Comment

  1. ide bagus, nih.. muakasii inspirasinya.. 😉

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This